• Home
  • DULU AKU BERMIMPI,KINI AKU BERLARI

DULU AKU BERMIMPI,KINI AKU BERLARI

DULU AKU BERMIMPI,KINI AKU BERLARI

Karya Siswa Literasi

Hujan turun deras di atap rumah itu. Seorang anak perempuan berusia 6 tahun duduk di pojokan, menggenggam pensil tumpul dan buku.Namanya Milda Ia lahir dari keluarga yang sederhana,dia tinggal sebuah  kota yang padat dengan penduduk.Sejak kecil, ia sadar bahwa hidupnya tak akan mudah Orang tuanya bekerja sebagai pedagang. Setiap pagi, sebelum berangkat sekolah, Milda membantu ibunya membersihkan rumah,Setelah itu, ia harus menuju sekolah sekitar  500 meter untuk sampai ke sekolah ,bagi milda sekolah adalah satu-satunya jalan untuk mengubah nasib.Di sekolah, Milda bukanlah anak yang menonjol,Namun, ia tak pernah menyerah. Setiap malam, di bawah cahaya redup ia membaca buku-buku dari perpustakaan sekolah. Ia tahu, pendidikan adalah senjatanya untuk melawan kemiskinan Saat duduk di bangku SMP, Ia mulai menata waktunya agar waktu yang digunakan tidak terbuang secara sia-sia.Semua ia lakukan demi masa depannya kelak nanti.Banyak yang meragukan mimpinya, tetapi ia tetap teguh.

Ketika SMA, perjuangan semakin berat. Biaya sekolah semakin mahal, dan orang ibunya  menjadi tulang punggung keluarga.Ia pun belajar lebih giat lagi dan lebih berusaha lagi untuk menuntut pendidikan setinggi mungkin. Aku semakin bersemangat untuk membuktikan bahwa latar belakang bukanlah penghalang. Dengan tekad dan kerja keras, aku terus meraih prestasi. Kini, di penghujung masa SMA mengingat perjalanan panjang yang telah ia lalui. Semua kesulitan, air mata, dan perjuangan telah membentuknya menjadi pribadi yang tangguh.Aku tersenyum,dan mengetahui ini bukan akhir, tetapi awal dari perjuangan baru. Mimpi-mimpi yang dulu terasa jauh, kini semakin dekat. Aku percaya, siapa pun yang berjuang dari nol dengan tekad kuat, akan sampai pada titik yang diimpikannya.Dalam perjalanan dunia yang melelahkan ini, aku harap kamu selalu ingat, bahwa tidak ada satupun di dunia ini, worth sacrificing your akhirah for,bahwa perjalanan dunia ini, akan terus menerus menggerusmu, saat kita berlomba lomba untuk mengejar dunia.